Keiser travel telah memberangkatkan dua orang wisatawan dari negeri tirai bambu, China, bernama Ouyang dan Yihui, dalam program sharing trip 2 hari 1 malam menuju Taman Nasional Komodo. Wisatawan tersebut merupakan tamu dari Alan, salah seorang guide di Labuan Bajo yang kemudian memilih Keiser Travel sebagai partner travel untuk mengorganisir perjalanan wisata dari tamunya. Ini merupakan kali pertama bagi mereka berkunjung ke Labuan Bajo. Namun sebelum ke Labuan Bajo, mereka terlebih dahulu mengunjungi Bali dan tinggal beberapa hari di sana. Wisawatan memilih program sharing trip 2 hari 1 malam karena besoknya mereka akan langsung kembali ke Bali dan tidak menginap di Labuan bajo untuk menghemat budget.
Perjalanan dimulai pada hari jumat dan berakhir pada hari sabtu (20 s.d 21 februari 2025). Jumat pagi sekitar jam 09:00 WITA, tamu tiba di Bandara Internasional Komodo dan tamu disambut oleh salah satu tim Keiser Travel yang diwakili oleh admin dan setelah menunggu kurang lebih 15 menit, mobil pun datang menjemput mereka lalu menuju ke Pelabuhan Marina tepatnya di Dermaga KP3 disusul oleh admin Keiser Travel yang menggunakan sepeda motor. Saat tiba di Pelabuhan KP3, tamu tidak langsung memulai perjalanan wisata karena masih menunggu beberapa wisawatan lain yang belum tiba di Labuan Bajo karena ada masalah terkait jam keberangkatan atau delay pesawat berdasarkan informasi dari admin kapal. Setelah mendengar kabar tersebut, admin Keiser Travel memberitahu tamu untuk bersabar. Sempat terjadi ketegangan antara admin kapal dan admin Keiser Travel dengan wisatawan yang kami urus karena mereka sudah menunggu terlalu lama tetapi trip belum juga dimulai. Mereka meminta jika memang mereka masih terlalu lama untuk menunggu, mereka seharusnya diantar duluan ke kapal saking khawatirnya jika trip tiba-tiba dibatalkan. Namun, setelah berdebat panjang sambil kedua admin berusaha menenangkan, wisatawan lain akhirnya datang dan perjalanan wisata dimulai. Sebelum berangkat, wisatawan yang berjumlah 7 orang ini terlebih dahulu dikumpulkan oleh guide untuk disapa dan diberikan arahan atau briefing.
Guide kemudian mengajak Ouyang dan Yihui bersama wisatawan lain untuk melakukan proses clearance atau proses pengecekan data yang dilakukan untuk memastikan bahwa setiap penumpang telah memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk melakukan perjalanan wisata. Proses ini ditandai dengan adanya scan barcode oleh setiap wisatawan dan juga guide. Setelah proses itu selesai, wisatawan langsung dijemput oleh sekoci untuk dibawa ke kapal tempat mereka menginap selama 2 hari 1 malam. Dalam perjalanan wisata tersebut, wisatawan menggunakan salah satu kapal wisata standart yaitu KM. Indra Jaya dengan kapasitas 10 orang dengan berbagai jenis cabin dan fasilitas di dalamnya. Tamu kami sendiri memilih private cabin. Cabin ini dipilih karena sesuai dengan budget dan keinginan mereka.
Destinasi wisata yang dikunjungi oleh Ouyang dan Yihui bersama wisatawan lain setiap harinya berbeda-beda dengan durasi singgah 1-2 jam. Hari pertama, sambil makan siang di kapal, mereka menuju Pulau Kelor, Pulau ini terkenal karena memiliki pantai pasir putih dan air laut yang jernih sehingga cocok untuk melakukan kegiatan snorkeling. Kemudian wisatawan diajak ke Pulau Manjarite, pulau ini terkenal karena memiliki dermaga kayu yang panjang, disini wisatawan dapat melakukan kegiatan snorkeling. Destinasi terakhir di hari pertama yaitu Pulau Kalong, pulau ini terkenal karena fenomena ribuan kelelawar (kalong dalam bahasa Manggarai) yang terbang bebas dilangit menjelang matahari terbenam. Hari kedua di pagi-pagi buta, kapal berlabuh ke Pulau Padar. Ouyang dan Yihui bersama wisatawan lain bangun lebih cepat kurang lebih jam 06:0 subuh untuk kemudian melakukan trekking di Pulau Padar. Arahan untuk bangun lebih cepat, biasanya disampaikan oleh guide pada malam hari sehingga dipastikan tidak ada wisatawan yang bangun terlambat. Pulau Padar terkenal dengan pemandangan bukit yang menakjubkan dengan 3 pantai yang memiliki warna pasir berbeda-beda (putih, hitam, dan merah muda). Kemudian, sambil makan siang, wisatawan diajak ke Pink Beach, pantai ini terkenal karena keunikan pasirnya yang berwana merah muda dan sangat cocok untuk melakukan kegiatan snorkeling. Destinasi selanjutnya yaitu tempat keberadaan hewan purba yang tak lain adalah Pulau Komodo. Untuk melihat komodo, wisatawan ditemani oleh seorang ranger yang berpengalaman dan menjelaskan berbagai informasi terkait keberadaan Komodo. Destinasi terakhir yang mereka kunjungi ialah Manta Point. Tempat ini terkenal sebagai spot snorkeling yang menawarkan pengalaman unik berenang bersama ikan pari manta atau manta rays jika beruntung.
Setelah semua destinasi wisata sudah dikunjungi, kapal kemudian berbalik arah menuju pelabuhan Labuan Bajo. Awalnya perjalanan terasa baik-baik saja tetapi karena adanya sedikit kendala pada saat berlayar, akhirnya wisatawan yang semula diperkirakan tiba di pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 17:30 tidak kunjung tiba di waktu tersebut. Tamu baru tiba pada pukul 18:30, akibatnya wisawatan terlambat melakukan proses check-in dan tiket mereka dinyatakan hangus. Ouyang dan Yihui akhirnya merasa kecewa dan meminta kompensasi, kemudian admin Keiser Travel meminta maaf dan memberikan kompensasi sesuai dengan kesepakatan meskipun sebenarnya kesalahan bukan sepenuhnya ada pada tim Keiser Travel. Setelah memberikan kompensasi, masalah pun selesai.




